Thursday, November 29, 2007

PROFIL RESIKO INVESTASI

Tulisan ini membahas Profil Resiko untuk dapat menentukan tujuan dan jangka waktu investasi.

Secara umum, profil resiko terbagi dalam 3 kategori yaitu :
Conservative, Moderate dan Aggressive

Definisi dari masing-masing kategori tersebut adalah :

1. Conservative adalah tipe investor yang tidak berani mengambil resiko atau menghindari resiko. Biasanya tipe conservative disebut Risk Averse.

2. Moderate adalah tipe investor yang toleransi untuk mengambil risiko yang lebih tinggi dibandingkan tipe conservative dengan diimbangi hasil yang sepadan.

3. Aggressive adalah tipe investor yang toleransi dalam mengambil resiko paling tinggi dengan tujuan hasil investasi tinggi Biasanya tipe investor aggressive disebut Risk Taker.

Berdasarkan ketiga tipe investor diatas, yang manakah profil resiko Anda? Banyak faktor yang bisa membedakan pandangan seseorang mengenai risiko. Jika Anda tidak bisa menghadapi gejolak atau fluktuasi dari investasi dan menginginkan nilai investasi awal selalu terjaga, maka Anda termasuk tipe conservative Sebaliknya jika Anda bisa menghadapi fluktuasi investasi Anda, katakanlah investasi awalnya dapat mengalami penurunan nilai dalam jangka 2 hingga 5 tahun namun potensi return yang akan diperoleh jauh di atas deposito, maka Anda termasuk tipe aggressive Sedangkan jika Anda dapat menghadapi fluktuasi investasi tetapi tidak terlalu tinggi, yang penurunan nilainya dalam terjadi dalam jangka waktu 2 sampai 3 tahun dan potensi return yang akan dinikmati cukup tinggi dibandingkan deposito, maka Anda tergolong tipe moderate

Pada usia yang masih muda atau baru meniti karir, kemungkinan besar Anda dapat memilih jenis investasi yang berpeluang memberikan tingkat pengembalian tinggi dalam jangka panjang, sehingga toleransi resiko Anda pun akan cenderung menengah bahkan tinggi untuk mencapai tujuan jangka panjang Anda. Tetapi jika Anda akan memasuki usia pensiun, maka toleransi resiko Anda akan cenderung rendah sehingga Anda pun akan memilih jenis investasi yang mempertahankan nilai awal investasi.

Setelah Anda mengetahui profil resiko dengan melihat tujuan dan jangka waktu investasi yang Anda kehendaki, maka komposisi investasi dalam tabel berikut dapat menjadi acuan Anda dalam berinvestasi.

1. Profil Resiko : Conservative
Komposisi Investasi:
- 80% Reksa Dana Pendapatan Tetap
- 20% Reksa Dana Campuran

2. Profil Resiko : Moderate
Komposisi Investasi:
- 50% Reksa Dana Pendapatan Tetap
- 50% Reksa Dana Campuran

3. Profil Resiko : Agressive
Komposisi Investasi:
- 20% Reksa Dana Pendapatan Tetap
- 80% Reksa Dana Saham

Contoh:
Jika tujuan Anda untuk menyekolahkan anak Anda masuk SD dalam waktu 5 tahun kedepan, Anda adalah tipe aggiessive maka komposisi investasi Anda adalah 20% Reksa Dana Pendapatan Tetap dan 80% Reksa Dana Campuran, tetapi jika Anda tipe moderate maka komposisi investasi Anda adalah 50% Reksa Dana Pendapatan Tetap dan 50% Reksa Dana Campuran.

Perlu Anda ketahui acuan komposisi investasi tidak mutlak hanya diterapkan sesuai dengan profil resiko Anda akan tetapi juga disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi Misalnya Anda adalah tipe aggressive yang mempunyai tujuan investasi membayar uang pangkal sekolah Anda untuk jangka waktu 1 tahun maka komposisi investasi Anda akan masuk dalam profil resiko conservative.

Sumber: Infocenter Danareksa

PROSES PERENCANAAN KEUANGAN

Tahukan Anda bahwa proses melakukan perencanaan keuangan itu identik dengan Anda melakukan perencanaan perjalanan wisata? Jika Anda merencanakan perjalanan wisata ke suatu tempat yang Anda inginkan, langkah pertama Anda adalah menganalisa kondisi Anda sendiri termasuk dimana lokasi Anda berada, kemudian baru Anda tentukan tujuan wisata Anda. langkah berikutnya pemilihan rute perjalanan untuk mencapai tujuan Anda misalnya Anda ingin rute tercepat, atau rute terpendek, ataupun rute dengan melewati pemandangan yang indah atau melalui rute yang menantang. Pilihan Anda akan tergantung toleransi dan selera Anda.

Jika ditengah jalan Anda berubah pikiran, Anda pun dapat saja merubah arah dan rute untuk mencapai tujuan Anda. langkah-langkah tersebut merupakan waktu proses untuk mencapai tujuan wisata Anda yang dapat dikatakan identik dengan proses melakukan perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan.

Proses Perencanaan Keuangan yang dapat Anda lakukan terdiri dari 5 langkah yaitu:

a. Evaluasi keadaan keuangan
b. Tentukan tujuan
c. Rencanakan dengan realistis dan sistematis
d. Penerapan rencana keuangan
e. Monitor dan revisi

A. Evaluasi Keadaan Keuangan
Tujuan keuangan yang Anda rencanakan akan tergantung dengan keadaan keuangan yang Anda miliki. Sebaiknya Anda evaluasi keadaan keuangan Anda dengan menyusun "Neraca Pribadi" dan "laporan Laba Rugi" Anda. "Neraca Pribadi" akan menunjukkan kekayaan yang Anda miliki yaitu aset dan hutang Anda. Sedangkan "Laporan laba Rugi" akan menunjukkan pendapatan dan pengeluaran Anda, dimana kelebihannya merupakan hasil yang dapat Anda tabung, ataupun Anda investasikan untuk meningkatkan kekayaan Anda.

B. Tentukan Tujuan
Setelah Anda melihat kondisi keuangan Anda tahap selanjutnya adalah Anda tentukan tujuan yang ingin Anda dicapai, misalnya tujuan membeli rumah, membeli apartemen, berlibur, membiayai pendidikan anak ataupun mempersiapkan pensiun Anda.

Dalam menentukan tujuan Anda, acuan berikut ini dapat Anda ikuti :

1 Bedakan tujuan jangka panjang dan jangka pendek Anda.

Tujuan jangka pendek adalah tujuan yang ingin Anda capai dalam kurun waktu 12 bulan, sedangkan tujuan jangka panjang adalah tujuan yang ingin Anda capai lebih dari satu tahun. Untuk tujuan jangka pendek sebaiknya pemilihan instrumen investasi yang tidak memiliki resiko harga sehingga nilai pokok selalu terjaga. Oleh karenanya investor harus berhati-hati dalam pemilihan produk keuangan untuk pencapaian tujuan jangka pendek. Untuk tujuan jangka panjang sebaiknya pemilihan instrumen investasi yang memiliki pertumbuhan melebihi inflasi sehingga pertumbuhan lebih optimal.


2. Realistis

Tujuan yang telah dicanangkan harus realistis dan dapat dicapai dalam jangka waktu sesuai target waktu yang ditetapkan.

3. Tujuan Jelas dan Spesifik

Menetapkan tujuan seperti "dapat hidup dengan nyaman" bukan merupakan tujuan yang jelas. Contoh tujuan yang spesifik seperti "hidup dengan nyaman dengan memiliki fasilitas kartu kredit gold, memiliki 2 buah mobil, kondominium, dan country club dengan fasilitas golf"


4. Tentukan target waktu pencapaian
Dengan menentukan waktu yang jelas, Anda akan merasakan sense of urgency untuk mencapai tujuan­tujuan Anda. Jika tidak ada target waktu yang jelas, kebanyakan orang akan cenderung menunda­-nundanya sehingga akibatnya Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan mencapai target yang telah ditetapkan.


5. Lakukan prioritas tujuan
Mempunyai banyak tujuan tanpa prioritas akan membingungkan Anda, sebaiknya Anda melakukan prioritas tujuan dengan cara mengidentifikasi mana saja tujuan yang paling utama dan harus segera dicapai.


C. Rencanakan Dengan Realistis dan Sistematis
Rencanakan keuangan Anda dengan realistis dan terperinci sehingga langkah yang Anda ambil adalah nyata untuk mencapai tujuan Anda.

D. Penerapan Rerxana Keuangan

Ketika Anda telah membangun rencana keuangan Anda, penerapannya harus dilakukan. Tantangannya adalah Anda harus disiplin sesuai dengan kerangka waktu yang teiah ditetapkan. Cara mempertahankan disiplin adalah dengan memantau setiap kemajuan yang dicapai dari waktu ke waktu.

E. Monitar dan Revisi
Sangat penting untuk memonitor kemajuan yang telah Anda capai dalam proses perencanaan keuangan. Jika Anda masih jauh dari target yang Anda tetapkan, segera lakukan koreksi untuk memastikan bahwa tujuan Anda masih dapat dicapai dalam target waktu Anda. Atau koreksi tujuan Anda jika ternyata kondisi keuangan Anda berubah sehingga tujuan keuangan Anda menjadi tidak realistis.

Sumber: Infocenter Danareksa

PENGELOLAAN ASET LIKUID ANDA

Kali ini kami ingin membahas mengenai pengelolaan yang maksimal untuk aset likuid yang Anda miliki. Seperti layaknya Anda mengelola dana untuk masa pensiun atau dana untuk pendidikan anak Anda, aset likuid yang Anda miliki jika dikelola dengan baik akan mengalami pertumbuhan yang baik pula. Yang dimaksud dengan aset adalah uang Anda yang disimpan pada giro, tabungan ataupun deposito. Reksa dana pasar uang juga dapat dikategorikan sebagai salah satu jenis aset likuid.

Dalam mengelola kas terdapat 2 cara atau strategi yang dapat diterapkan, yaitu :

1. Tentukan jumlah minimum kas yang Anda harus pertahankan untuk keperluan pengeluaran rutin, dana untuk pengeluaran tak terduga.

2. Dana yang Anda simpan untuk tujuan tertentu dimasa yang datang seperti untuk pergi berlibur, atau mempersiapkan uang muka untuk membeli rumah.

A. Pengeluaran Rutin

Kebanyakan orang mempertahankan aset likuid terutama untuk tujuan melakukan pembayaran pengeluaran rutin seperti belanja bulanan, membayar tagihan listrik, membayar premi asuransi, transportasi, rekreasi, biaya sekolah anak dan lain sebagainya. Pengeluaran rutin lainnya adalah pembayaran cicilan rumah dan cicilan hutang kartu kredit. Jenis aset lancar yang paling sesuai untuk menampung dana bagi pengeluaran rutin tersebut adalah giro dan tabungan.

B. Dana Darurat

Dana darurat dipergunakan jika terjadi sesuatu hal tidak terduga atau tidak diharapkan seperti PHK atau sakit berat. Nilai dana darurat tidak sama setiap individu tergantung gaya hidup atau catatan kesehatannya. Jika gaya hidup Anda tinggi atau Anda memiliki risiko kesehatan keluarga yang serius seperti darah tinggi, diabetes atau jenis penyakit lainnya maka Anda harus mempersiapkan dana darurat yang cukup besar minimal 6 kali pendapatan Anda setiap bulannya. Hal ini dengan asumsi bahwa biasanya kebanyakan orang yang terkena PHK sudah mendapatkan pekerjaan pengganti dalam waktu 3 sampai 6 bulan. Jenis aset lancar yang paling sesuai untuk menyimpan dana darurat adalah tabungan, deposito atau Anda dapat berinvestasi pada Reksa Dana Pasar Uang yang memiiiki fitur mirip dengan deposito, namun memberikan imbal hasil yang lebih kompetitif. Menyimpan dana darurat pada Reksa Dana Pasar Uang dapat dipertimbangkan karena dana darurat hanya akan digunakan jika terjadi keadaan darurat seperti yang telah disebutkan sehingga dananya tidak perlu ditarik sewaktu-­waktu.

C. Tabungan untuk tujuan jangka pendek

Tujuan utama mempunyai tabungan adalah memperoleh imbal hasil atau bunga sehingga dana Anda bertambah. Apabila setiap bulan Anda ingin mengumpulkan uang untuk pergi berlibur dalam waktu 1 tahun lagi, Anda dapat mengumpulkan dana tersebut dalam produk tabungan. Berapa banyak dana yang harus Anda simpan setiap bulannya dalam bentuk tabungan akan sangat tergantung pada besarnya biaya liburan yang dibutuhkan serta imbai hasil yang ditawarkan. Jika bunga tabungan yang diberikan terasa amat kecil sehingga jumlah dana yang harus disimpan setiap bulannya menjadi besar, Anda sebaiknya menempatkan uang tersebut dalam reksa dana pasar uang karena produk tersebut menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan tabungan dan bahkan deposito. Jadi, uang yang harus Anda simpan setiap bulannya tidak terlalu besar sehingga Anda dapat mencapai tujuan pergi berlibur Anda dengan "langkah" yang lebih ringan.

Sumber: Infocenter Danareksa

MEMPERSIAPKAN DANA PENSIUN

Setelah Anda mengetahui bahasan Investasi untuk Dana Pendidikan, kali ini kami akan membahas pentingnya melakukan Investasi untuk mempersiapkan dana pensiun. Mengapa? Mempersiapkan dana untuk masa pensiun sangatlah penting artinya karena pada tahap ini Anda tidak lagi berada pada usia produktif sehingga Anda harus mempersiapkan dana untuk dapat mennenuhi kebutuhan Ahda untuk tetap dapat hidup layak seperti pada masa produktif.

Semakin Anda menunda mempersiapkan dana pensiun, maka semakin besar dana pensiun yang harus Anda sisihkan setiap bulannya Hal ini tidak disadari banyak orang karena beranggapan bahwa mempersiapkan dana pensiun dapat dilakukan kemudian hari dan belum terlintas untuk memikirkan hidup pada saat usia pensiun nanti Padahal dengan tingginya ketidapastian factor-­faktor seperti tingkat inflansi, suku bunga, dan banyak hal lainnya, maka sangat penting untuk merencanakan investasi untuk masa pensiun nanti sedini mungkin.

Dalam mempersiapkan dana pensiun, Anda mungkin menemukan kendala-kendala seperti dibawah ini:

a. Terlambat memulai

Sebagian besar masih banyak yang belum mempersiapkan dana pensiun, hal ini terjadi karena banyaknya kebutuhan yang harus dipenuhi seperti membeli rumah, membeli mobil, membiayai dana pendidikan anak dan lain sebagainya. Namun Anda harus tetap mempersiapkan dana untuk memenuhi kebutuhan masa tua Anda bersama pasangan dengan berinvestasi. Semakin cepat Anda mempersiapkan dana pensiun maka semakin kecil dana yang Anda butuhkan dan semakin banyak pilihan investasi yang dapat Anda gunakan untuk memenuhi target jumlah dana pensiun.

b. Nilai yang diinvestasikan terlampau kecil Dengan pola hidup konsumtif yang tinggi saat ini, kita cenderung lebih mendahulukan dana yang dimiliki untuk keperluan membeli barang-barang konsumtif sepeti handphone baru, mobil, LCD terbaru dan sebagainya sehingga dana yang tersisa untuk investasi menjadi berkurang. Untuk itu, sebaiknya Anda harus menyisihkan terlebih dulu dana untuk berinvestasi baru kemudian Anda belanjakan. Dengan mendisiplinkan diri Anda berinvestasi untuk masa pensiun Anda maka hidup Anda cenderung lebih terjamin sampai tua.

c. Memperoleh imbal hasil investasi tertalu kecil

Mayoritas masyarakat Indonesia adalah savinq society, yaitu lebih banyak menyimpan dana pada produk konvesional perbankan seperti tabungan atau deposito Padahal dengan tingkat bunga rendah seperti saat ini (rata-rata suku bunga deposito perbankan adalah 6,75% (gross) atau 5,4% (net)) maka dana Anda tidak dapat bersaing dengan tingkat inflasi saat ini yang telah mencapai 5.77% per Juni 2007 Anda harus mencari alternatif investasi yang mernberikan imbal hasil lebih baik dari tingkat inflasi sehingga aset anda akan terus beitumbuh. Berinvestasi di Reksa Dana bisa menjadi pilihan. Jenis Reksa Dana yang Anda pilih amat tergantung pada profil resiko, tujuan dan lama investasi.

Bagaimana cara menghitung besar dana yang akan disisihkan untuk mempersiapkan dana pensiun?

1 Tentukan dana untuk total pengeluaran selama masa pensiun yang diperoleh dan asumsi biaya pengeluaran setiap bulan dikalikan dengan asumsi masa pensiun.

2 Total pengeluaran harus disesuaikan dengan time value of money pada saat masa pensiun, yang disebut future value

3. Tentukan masa produktif hingga mencapai usia pensiun untuk melakukan investasi

4. Investasikan pada aset investasi, dalam hal ini Reksa Dana Campuran atau Reksa Dana Saham yang mana imbal hasil rata-rata relatif melebihi tingkat inflasi

5. Lakukan investasi secara periodik yaitu bulanan selama masa produktif Anda

Contoh Kasus A:

- Asumsi saat irn usia Anda 30 tahun clan akan memasuki masa pensiun usia 55 tahun hingga 80 tahun

- Asumsi Anda akan menghabiskan biaya setiap bulannya Rp 10.000.000,- sehingga sampai dengan umur 80 tahun total pengeluaran Anda adalah Rp 3.000.000.000,­

- Asumsi tingkat inflasi 6% sehingga nilai masa mendatang yaitu 25 tahun kemudian (future value) menjadi Rp 12.875.612.160,-­

- Investasi selama masa produktif adalah 25 tahun (yang diperoleh dari usia 55 thn dikurangi 30 thn) atau 300 bulan

- Anda hanya memerlukan dana untuk bennvestasi setiap bulan sebesar Rp 553.310,- yang diinvestasikan dalam Reksa Dana Saham dengan asumsi target imbal hasil rata-rata 25°k per tahun*

Contoh Kasus B:

- Asumsi saat ini usia Anda 40 tahun dan akan memasukr masa pensiun usia 55 tahun hingga 80 tahun.

- Asumsi Anda akan menghabiskan biaya setiap bulannya Rp 10.000.000,- sehingga sampai dengan umur 80 tahun total. pengeluaran Anda adalah Rp. 3.000.000.000,­-

- Asumsi tingkat inflasi 6% sehingga nilai masa mendatang yaitu 15 tahun kemudian (future value) menjadi Rp 7 189 674,579,-

- Investasi selama masa produktif adalah 15 tahun (yang diperoleh dari usia 55 thn dikurangi 40 thn) atau 180 bulan

- Anda hanya memerlukan dana untuk berinvestasi setiap bulan sebesar Rp 3.752.693,- yang diinvestasikan dalam Reksa Dana Saham dengan asumsi target imbal hasil rata-rata 25% per tahun*

Dari kedua contoh kasus dapat disimpulkan bahwa semakin dini Anda memulai berinvestasi untuk masa pensiun Anda maka semakin ringan jumlah investasi yang Anda lakukan setiap bulannya.

Namun, pilihan investasi tetap ada di tangan Anda. Yang paling penting kenali profil resiko Anda dan pahami jenis investasi yang Anda pilih sehingga Anda dapat memperoleh hasil yang maksimal.

Sumber: Infocenter Danareksa

INVESTASI UNTUK DANA PENDIDIKAN ANAK

Setiap manusia memiliki siklus kehidupan masing-masing. Siklus kehidupan manusia berawal dari lahir di dunia kemudian memasuki usia balita, memasuki jenjang pendidikan dari taman kanak-kanak hingga jenjang universitas memasuki dunia acerja, menikah, dan mempunyai anak, kemudian si anak pun juga memasuki jenjang pendidikan, begitu seterusnya. Ketika Anda memasuki fase pernikahan maka tentunya Anda akan membentuk keluarga sendiri dan tidak lagi menjadi beban arangtua. Pada siklus ini diharapkan Anda siap mandiri terutama aspek keuangan agar keluarga Anda sejahtera.


Selain Anda sudah harus mencukupi kebutuhan­-kebutuhan keluarga seperti sandang dan pangan, jika Anda telah memiliki putra atau putri, maka dana untuk kebutuhan keluarga akan lebih besar dari sebelumnya. Anda harus mulai memikirkan dana pendidikan yang diperlukan anak Anda. Tentunya, sebagai orangtua, Anda ingin memberikan fasilitas pendidikan yang terbaik disesuaikan dengan kondisi keuangan Anda.

Perencanaan keuangan sedini mungkin untuk dana pendidikan anak yang dilakukan secara berkala akan meringankan beban keuangan Anda dibandingkan dengan membayar dana pendidikan anak secara sekaligus

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik selama periode Januari 2002 hingga Januari 2007, inflasi pendidikan mencapai 15% per tahunnya. Jika anak Anda diasumsikan berusia 2 tahun dan biaya masuk SD saat in adalah Rp 10.000.000 maka pada saat anak Anda akan masuk SD dalam usia 7 tahun maka biaya yang dibutuhkan untuk masuk SD pada tahun 2012 adalah sebesar Rp. 20.113.571,88.

Jika Anda berinvestasi secara berkala setiap bulannya selama 5 tahun untuk menyiapkan dana pendidikan tersebut maka Anda hanya memerlukan dana sebesar Rp. 227,081 dengan asumsi return yang Anda peroleh dari investasi sebesar 15%*

Semakin dini Anda berinvestasi untuk dana pendidikan anak Anda, maka semakin kecil investasi berkala yang harus Anda lakukan karena jangka waktu investasi Anda akan lebih panjang untuk mencapai target waktu Anda.

Dana Pendidikan (Rp)

Jangka Waktu

Return (%)

Cicilan Investasi (Rp)

20.133.571,88

5

15*

227.081

5

25**

171.327

* asumsi return Reksa Dana Pendapatan tetap

** asumsi return Reksa Dana Campuran

Jika Anda berkeinginan untuk mulai sedini mungkin menyiapkan dana pendidikan masuk universitas. Asumsi uang masuk universitas swasta saat ini sebesar Rp 35.000.000 maka 17 tahun kemudian dana yang harus Anda siapkan sebesar Rp. 376,644,240.16.

Dana Pendidikan (Rp)

Jangka Waktu

Return (%)

Cicilan Investasi (Rp)

376.644.240,16

17

15*

405.647

17

25**

118.692

* asumsi return Reksa Dana Pendapatan tetap

** asumsi return Reksa Dana Campuran

Anda ingat pepatah lama "Sedikit-sedikit lama menjadi bukit", hal ini terbukti bukan? Persiapkaniah dana pendidikan anak-anak Anda mulai dari sekarang!

Sumber: Infocenter Danareksa

INVESTASI DI PROPERTI

Salah satu alternatif investasi menarik saat ini adalah berinvestasi di sektor properti. Sektor properti memberikan peluang keuntungan yang besar dengan kecendrungan naiknya harga properti baik berupa tanah, rumah ataupun apartemen pada tahun-tahun belakangan ini. Kunci utama dalam membeli properti adalah lokasi.... lokasi.... dan lokasi......

Membeli properti atau rumah adalah salah satu keputusan keuangan terpenting dalam hidup Anda Dengan semakin naiknya harga properti, diperlukan perencanaan keuangan yang matang untuk dapat membeli properti di lokasi yang diinginkan dan juga sesuai dengan anggaran yang telah Anda siapkan.

Dengan tren suku bunga rendah seperti saat ini, perbankan berlomba-lomba memberikan tingkat suku bunga yang kompetitif untuk KPR, KPA ataupun KPT

Untuk membiayai pembelian properti melalui kredit, Anda harus menyiapkan dana untuk uang muka pembelian yang biasanya berkisar minimum 20% dari nilai properti yang akan dibeli. Keuntungan membeli properti adalah selain menikmati kenaikan harga properti yang dimiliki juga pendapatan potensial yang dapat diperoleh dari sewa jika properti yang Anda miliki ditujukan untuk dapat disewakan.

Seperti investasi pada efek yang diterbitkan pasar modal dimana harga instrumen tergantung dinamika pasar, demikian juga investasi pada properti. Harga properti bisa naik-turun dipengaruhi oleh pergerakan tingkat suku bunga maupun tingkat inflasi. Denyan kecenderungan naiknya tingkat inflasi biasanya diikuti denqan naiknya harga properti.

Khusus berinvestasi di Jakarta, selain faktor lokasi juga patut dipertimbangkan apakah lokasi properti yang diincar termasuk daerah rawan banjir. Seperti diketahui hampir 80% wilayah Jakarta termasuk rawan banjir Tentunya hal ini harus Anda teliti secara seksama sebelum memutuskan untuk membeli walaupun harga properti yang ditawarkan sesuai dengan anggaran yang telah Anda siapkan.

Menyiapkan Uang Muka

Dengan mencermati harga properti yang cenderung naik, maka harus Anda perhatikan dengan seksama wadah investasi yang bisa digunakan untuk mempersiapkan uang muka, salah satunya melalui reksa dana pasar uang jika Anda ingir mempersiapkan dana tersebut dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun, ataupun reksa dana obligasi apabila Anda ingh mengumpulkan dana tersebut dalam jangka waktu hingga 3 tahun.

Misalkan Anda ingin membeli rumah dalam waktu 3 tahun dengan harga sebesar Rp. 300.000.000, maka Anda haru menyiapkan uang muka sebesar Rp 60.000.000 (asumsi uang muka 20% dari harga properti), maka dengan indikasi kinerja, Reksa Dana obligasi sebesar 12% (net), maka mulai saat ini Anda dapat menyisihkan dana sebesar Rp 1.380.000 setiap bulannya.

Banyak properti ditawarkan saat ini diberbagai lokasi oleh para pengembang dengan fasilitas umum dan sosial yang lengkap. Selain itu, harganyapun semakin terjangkau. Tentunya suatu tantangan tersendiri bagi Anda untuk dapat memiliki properti yang Anda inginkan di lokasi yang Anda idamkan selama ini Hal ini dapat terwujud jika Anda konsisten mewujudkan keinginan dengan menyiapkan uang muka pembelian properti melalui investasi di Reksa Dana. Anda dapat memilih jenis Reksa Dan sesuai profil resiko Anda. Dengan ilustrasi diatas, Anda tida mesti berinvestasi di reksa dana obligasi jika profil resiko And tidak sesuai. Anda dapat memilih Reksa pasar uang sebaga pilihan. Namun, cicilan investasi tentunya akan lebih besar jika dibandingkan berinvestasi di reksa dana obligasi karena imbal hasil reksa pasar uang tidak setinggi indikasi imbal hasil reksa dana obligasi.

Sumber: Infocenter Danareksa