Salah satu alternatif investasi menarik saat ini adalah berinvestasi di sektor properti. Sektor properti memberikan peluang keuntungan yang besar dengan kecendrungan naiknya harga properti baik berupa tanah, rumah ataupun apartemen pada tahun-tahun belakangan ini. Kunci utama dalam membeli properti adalah lokasi.... lokasi.... dan lokasi......
Membeli properti atau rumah adalah salah satu keputusan keuangan terpenting dalam hidup Anda Dengan semakin naiknya harga properti, diperlukan perencanaan keuangan yang matang untuk dapat membeli properti di lokasi yang diinginkan dan juga sesuai dengan anggaran yang telah Anda siapkan.
Dengan tren suku bunga rendah seperti saat ini, perbankan berlomba-lomba memberikan tingkat suku bunga yang kompetitif untuk KPR, KPA ataupun KPT
Untuk membiayai pembelian properti melalui kredit, Anda harus menyiapkan dana untuk uang muka pembelian yang biasanya berkisar minimum 20% dari nilai properti yang akan dibeli. Keuntungan membeli properti adalah selain menikmati kenaikan harga properti yang dimiliki juga pendapatan potensial yang dapat diperoleh dari sewa jika properti yang Anda miliki ditujukan untuk dapat disewakan.
Seperti investasi pada efek yang diterbitkan pasar modal dimana harga instrumen tergantung dinamika pasar, demikian juga investasi pada properti. Harga properti bisa naik-turun dipengaruhi oleh pergerakan tingkat suku bunga maupun tingkat inflasi. Denyan kecenderungan naiknya tingkat inflasi biasanya diikuti denqan naiknya harga properti.
Khusus berinvestasi di Jakarta, selain faktor lokasi juga patut dipertimbangkan apakah lokasi properti yang diincar termasuk daerah rawan banjir. Seperti diketahui hampir 80% wilayah Jakarta termasuk rawan banjir Tentunya hal ini harus Anda teliti secara seksama sebelum memutuskan untuk membeli walaupun harga properti yang ditawarkan sesuai dengan anggaran yang telah Anda siapkan.
Menyiapkan Uang Muka
Dengan mencermati harga properti yang cenderung naik, maka harus Anda perhatikan dengan seksama wadah investasi yang bisa digunakan untuk mempersiapkan uang muka, salah satunya melalui reksa dana pasar uang jika Anda ingir mempersiapkan dana tersebut dalam jangka waktu kurang dari 2 tahun, ataupun reksa dana obligasi apabila Anda ingh mengumpulkan dana tersebut dalam jangka waktu hingga 3 tahun.
Misalkan Anda ingin membeli rumah dalam waktu 3 tahun dengan harga sebesar Rp. 300.000.000, maka Anda haru menyiapkan uang muka sebesar Rp 60.000.000 (asumsi uang muka 20% dari harga properti), maka dengan indikasi kinerja, Reksa Dana obligasi sebesar 12% (net), maka mulai saat ini Anda dapat menyisihkan dana sebesar Rp 1.380.000 setiap bulannya.
Banyak properti ditawarkan saat ini diberbagai lokasi oleh para pengembang dengan fasilitas umum dan sosial yang lengkap. Selain itu, harganyapun semakin terjangkau. Tentunya suatu tantangan tersendiri bagi Anda untuk dapat memiliki properti yang Anda inginkan di lokasi yang Anda idamkan selama ini Hal ini dapat terwujud jika Anda konsisten mewujudkan keinginan dengan menyiapkan uang muka pembelian properti melalui investasi di Reksa Dana. Anda dapat memilih jenis Reksa Dan sesuai profil resiko Anda. Dengan ilustrasi diatas, Anda tida mesti berinvestasi di reksa dana obligasi jika profil resiko And tidak sesuai. Anda dapat memilih Reksa pasar uang sebaga pilihan. Namun, cicilan investasi tentunya akan lebih besar jika dibandingkan berinvestasi di reksa dana obligasi karena imbal hasil reksa pasar uang tidak setinggi indikasi imbal hasil reksa dana obligasi.
Sumber: Infocenter Danareksa