Thursday, November 29, 2007

PROFIL RESIKO INVESTASI

Tulisan ini membahas Profil Resiko untuk dapat menentukan tujuan dan jangka waktu investasi.

Secara umum, profil resiko terbagi dalam 3 kategori yaitu :
Conservative, Moderate dan Aggressive

Definisi dari masing-masing kategori tersebut adalah :

1. Conservative adalah tipe investor yang tidak berani mengambil resiko atau menghindari resiko. Biasanya tipe conservative disebut Risk Averse.

2. Moderate adalah tipe investor yang toleransi untuk mengambil risiko yang lebih tinggi dibandingkan tipe conservative dengan diimbangi hasil yang sepadan.

3. Aggressive adalah tipe investor yang toleransi dalam mengambil resiko paling tinggi dengan tujuan hasil investasi tinggi Biasanya tipe investor aggressive disebut Risk Taker.

Berdasarkan ketiga tipe investor diatas, yang manakah profil resiko Anda? Banyak faktor yang bisa membedakan pandangan seseorang mengenai risiko. Jika Anda tidak bisa menghadapi gejolak atau fluktuasi dari investasi dan menginginkan nilai investasi awal selalu terjaga, maka Anda termasuk tipe conservative Sebaliknya jika Anda bisa menghadapi fluktuasi investasi Anda, katakanlah investasi awalnya dapat mengalami penurunan nilai dalam jangka 2 hingga 5 tahun namun potensi return yang akan diperoleh jauh di atas deposito, maka Anda termasuk tipe aggressive Sedangkan jika Anda dapat menghadapi fluktuasi investasi tetapi tidak terlalu tinggi, yang penurunan nilainya dalam terjadi dalam jangka waktu 2 sampai 3 tahun dan potensi return yang akan dinikmati cukup tinggi dibandingkan deposito, maka Anda tergolong tipe moderate

Pada usia yang masih muda atau baru meniti karir, kemungkinan besar Anda dapat memilih jenis investasi yang berpeluang memberikan tingkat pengembalian tinggi dalam jangka panjang, sehingga toleransi resiko Anda pun akan cenderung menengah bahkan tinggi untuk mencapai tujuan jangka panjang Anda. Tetapi jika Anda akan memasuki usia pensiun, maka toleransi resiko Anda akan cenderung rendah sehingga Anda pun akan memilih jenis investasi yang mempertahankan nilai awal investasi.

Setelah Anda mengetahui profil resiko dengan melihat tujuan dan jangka waktu investasi yang Anda kehendaki, maka komposisi investasi dalam tabel berikut dapat menjadi acuan Anda dalam berinvestasi.

1. Profil Resiko : Conservative
Komposisi Investasi:
- 80% Reksa Dana Pendapatan Tetap
- 20% Reksa Dana Campuran

2. Profil Resiko : Moderate
Komposisi Investasi:
- 50% Reksa Dana Pendapatan Tetap
- 50% Reksa Dana Campuran

3. Profil Resiko : Agressive
Komposisi Investasi:
- 20% Reksa Dana Pendapatan Tetap
- 80% Reksa Dana Saham

Contoh:
Jika tujuan Anda untuk menyekolahkan anak Anda masuk SD dalam waktu 5 tahun kedepan, Anda adalah tipe aggiessive maka komposisi investasi Anda adalah 20% Reksa Dana Pendapatan Tetap dan 80% Reksa Dana Campuran, tetapi jika Anda tipe moderate maka komposisi investasi Anda adalah 50% Reksa Dana Pendapatan Tetap dan 50% Reksa Dana Campuran.

Perlu Anda ketahui acuan komposisi investasi tidak mutlak hanya diterapkan sesuai dengan profil resiko Anda akan tetapi juga disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi Misalnya Anda adalah tipe aggressive yang mempunyai tujuan investasi membayar uang pangkal sekolah Anda untuk jangka waktu 1 tahun maka komposisi investasi Anda akan masuk dalam profil resiko conservative.

Sumber: Infocenter Danareksa

PROSES PERENCANAAN KEUANGAN

Tahukan Anda bahwa proses melakukan perencanaan keuangan itu identik dengan Anda melakukan perencanaan perjalanan wisata? Jika Anda merencanakan perjalanan wisata ke suatu tempat yang Anda inginkan, langkah pertama Anda adalah menganalisa kondisi Anda sendiri termasuk dimana lokasi Anda berada, kemudian baru Anda tentukan tujuan wisata Anda. langkah berikutnya pemilihan rute perjalanan untuk mencapai tujuan Anda misalnya Anda ingin rute tercepat, atau rute terpendek, ataupun rute dengan melewati pemandangan yang indah atau melalui rute yang menantang. Pilihan Anda akan tergantung toleransi dan selera Anda.

Jika ditengah jalan Anda berubah pikiran, Anda pun dapat saja merubah arah dan rute untuk mencapai tujuan Anda. langkah-langkah tersebut merupakan waktu proses untuk mencapai tujuan wisata Anda yang dapat dikatakan identik dengan proses melakukan perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan.

Proses Perencanaan Keuangan yang dapat Anda lakukan terdiri dari 5 langkah yaitu:

a. Evaluasi keadaan keuangan
b. Tentukan tujuan
c. Rencanakan dengan realistis dan sistematis
d. Penerapan rencana keuangan
e. Monitor dan revisi

A. Evaluasi Keadaan Keuangan
Tujuan keuangan yang Anda rencanakan akan tergantung dengan keadaan keuangan yang Anda miliki. Sebaiknya Anda evaluasi keadaan keuangan Anda dengan menyusun "Neraca Pribadi" dan "laporan Laba Rugi" Anda. "Neraca Pribadi" akan menunjukkan kekayaan yang Anda miliki yaitu aset dan hutang Anda. Sedangkan "Laporan laba Rugi" akan menunjukkan pendapatan dan pengeluaran Anda, dimana kelebihannya merupakan hasil yang dapat Anda tabung, ataupun Anda investasikan untuk meningkatkan kekayaan Anda.

B. Tentukan Tujuan
Setelah Anda melihat kondisi keuangan Anda tahap selanjutnya adalah Anda tentukan tujuan yang ingin Anda dicapai, misalnya tujuan membeli rumah, membeli apartemen, berlibur, membiayai pendidikan anak ataupun mempersiapkan pensiun Anda.

Dalam menentukan tujuan Anda, acuan berikut ini dapat Anda ikuti :

1 Bedakan tujuan jangka panjang dan jangka pendek Anda.

Tujuan jangka pendek adalah tujuan yang ingin Anda capai dalam kurun waktu 12 bulan, sedangkan tujuan jangka panjang adalah tujuan yang ingin Anda capai lebih dari satu tahun. Untuk tujuan jangka pendek sebaiknya pemilihan instrumen investasi yang tidak memiliki resiko harga sehingga nilai pokok selalu terjaga. Oleh karenanya investor harus berhati-hati dalam pemilihan produk keuangan untuk pencapaian tujuan jangka pendek. Untuk tujuan jangka panjang sebaiknya pemilihan instrumen investasi yang memiliki pertumbuhan melebihi inflasi sehingga pertumbuhan lebih optimal.


2. Realistis

Tujuan yang telah dicanangkan harus realistis dan dapat dicapai dalam jangka waktu sesuai target waktu yang ditetapkan.

3. Tujuan Jelas dan Spesifik

Menetapkan tujuan seperti "dapat hidup dengan nyaman" bukan merupakan tujuan yang jelas. Contoh tujuan yang spesifik seperti "hidup dengan nyaman dengan memiliki fasilitas kartu kredit gold, memiliki 2 buah mobil, kondominium, dan country club dengan fasilitas golf"


4. Tentukan target waktu pencapaian
Dengan menentukan waktu yang jelas, Anda akan merasakan sense of urgency untuk mencapai tujuan­tujuan Anda. Jika tidak ada target waktu yang jelas, kebanyakan orang akan cenderung menunda­-nundanya sehingga akibatnya Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan mencapai target yang telah ditetapkan.


5. Lakukan prioritas tujuan
Mempunyai banyak tujuan tanpa prioritas akan membingungkan Anda, sebaiknya Anda melakukan prioritas tujuan dengan cara mengidentifikasi mana saja tujuan yang paling utama dan harus segera dicapai.


C. Rencanakan Dengan Realistis dan Sistematis
Rencanakan keuangan Anda dengan realistis dan terperinci sehingga langkah yang Anda ambil adalah nyata untuk mencapai tujuan Anda.

D. Penerapan Rerxana Keuangan

Ketika Anda telah membangun rencana keuangan Anda, penerapannya harus dilakukan. Tantangannya adalah Anda harus disiplin sesuai dengan kerangka waktu yang teiah ditetapkan. Cara mempertahankan disiplin adalah dengan memantau setiap kemajuan yang dicapai dari waktu ke waktu.

E. Monitar dan Revisi
Sangat penting untuk memonitor kemajuan yang telah Anda capai dalam proses perencanaan keuangan. Jika Anda masih jauh dari target yang Anda tetapkan, segera lakukan koreksi untuk memastikan bahwa tujuan Anda masih dapat dicapai dalam target waktu Anda. Atau koreksi tujuan Anda jika ternyata kondisi keuangan Anda berubah sehingga tujuan keuangan Anda menjadi tidak realistis.

Sumber: Infocenter Danareksa